Geologi
Geologi

Reinder Fennema

REINDER FENNEMA (1849 – 1897)

FennemaSalah seorang geologiwan perintis di Indonesia yang riwayat hidupnya berakhir dalam menunaikan pekerjaan, adalah insinyur kepala Fennema. Ia berumur 48 tahun ketika menemui ajalnya di Danau Poso, Sulawesi Tengah 109 tahun yang lalu.

Reinder Fennema dilahirkan di Sneek, Friesland, Nederland pada 21 Oktober 1849. Setelah menyelesaikan sekolah dasar, ia menjadi murid HBS (sekolah menengah) dan tamat pada tahun 1867 di Groningen. Setelah itu ia masuk Polytechnische School untuk insinyur pertambangan di Delft. Selama mengikuti kuliah, masa liburnya dihabiskan dengan bekerja di daerah pertambangan seng dan timbal di Immekeppel dekat Bensberg, Jerman.

Pada bulan April 1874 ia tiba di Batavia (sekarang Jakarta) sebagai calon insinyur dan kemudian diangkat menjadi insinyur kelas 3. Dalam bulan Juli tahun itu, ia diperbantukan pada R.D.M. Verbeek untuk melakukan pemetaan geologi di Sumatra Barat. Karya pertamanya adalah pengukuran  perbedaan  tinggi antara Talaweh dan G. Bekahur, kemudian dalam bulan Agustus 1874 ia berangkat ke daerah Sibelabu, Tanah Tinggi Padang, menyelidik endapan sinaber. Fennema banyak melakukan penyelidikan di Sumatera dan Jawa.

Pada bulan Nopember 1897 Pemerintah Hindia Belanda melakukan penyelidikan terhadap perluasan kekuasaan Kerajaan Luwuk, terutama untuk mengetahui apakah seluruh daerah Poso juga termasuk dalam kerajaan itu. Untuk penyelidikan ini pemerintah menunjuk kontrolir van Wetering dan van Rijn, serta kapten Callas untuk melakukan pemetaan dan pendeta Alb. C. Kruyt, yang bertindak sebagai penunjuk jalan dan juru bahasa. Kesempatan ini tidak dilewatkan begitu saja oleh Fennema. Ia ingin mempelajari keadaan geologi Poso, antara kelokan Tomini dan Danau Poso. Karenanya ia menggabungkan diri dengan rombongan ini. Bersama J. F. de Corte ia mengikuti regu dan sampai di tepi Danau Poso pada 18 Nopember. Ini merupakan tugas terakhir Fennema; ia tenggelam pada 27 Nopember tahun itu, dan mayatnya tidak pernah ditemukan.

Setelah ia tiada, isterinya mendapatkan sebuah medali emas, disampaikan oleh Société de Geographie Commerciale di Paris. Kemudian ia dianugerahi suatu penghargaan lebih tinggi lagi, ialah Prox Tchihatchef, oleh Academie des Sciences di Paris bulan Desember 1899.

Karya menonjol lain yang ditulis Fennema bersama G.P.A. Renaud di samping mengenai geologi Jawa adalah : Uitkomsten van het Gouvernementswezen ingestelde onderzoek naar petroleum in het concessie terrain van de heer A.J. Zijller in Beneden Langkat (Oostkust van Sumatra) en beschouwingen over de rentabiliteit eener aldaar gevestigde petroleum industrie (Hasil dari penyelidikan oleh Pemerintah terhadap minyak bumi di lapangan konsesi tuan A.J. Zijller di Langkat Bawah, pantai Timur Sumatra dan tinjauan mengenai kemungkinan menguntungkannya suatu industri minyakbumi di sana) Agustus 1890.

 

Acuan :
Instituut Voor Nederlandse Geschiedenis, www.wikipedia.com & R. Sukamto

© Museum Geologi Bandung - created by 3Gen-ITDev