Tanggal 22 April diperingati sebagai Hari Bumi. Tercatat sejak tahun 1970 Hari Bumi mulai diperkenalkan, adalah Gaylord Nelson yang merupakan seorang pengajar lingkungan hidup yang mencetuskan ide tersebut. Pencanangan hari bumi terinspirasi dari banyaknya demonstrasi dari pelajar di Amerika Serikat terkait kecamuk perang di Vietnam. Ditambah pula karena Gaylord Nelson setelah melihat daerah sekitarnya rusak karena tumpahan minyak besar-besaran pada 1969 di Santa Barbara, California menjadi tergerak untuk melindungi kelestarian lingkungan. Peringatan Hari Bumi ini merupakan suatu bentuk ajakan bagi seluruh warga di dunia untuk peduli dan menaruh perhatian lebih terhadap lingkungan.

Artikel Hari Bumi 1

Bumi saat ini telah berumur sekitar 4.5 milyar tahun, hal tersebut berdasarkan data penanggalan radiometrik meteorit dan sesuai dengan usia bebatuan tertua. Sejak berakhirnya zaman es pada 10.000 tahun yang lalu (Kala Holosen), aktivitas makhluk hidup berangsur-angsur mengalami peningkatan. Salah satu perubahan signifikan di dalam tatanan kehidupan manusia dimulai pada saat terjadinya revolusi industri pertama pada periode antara tahun 1750-1850. Pada kurun waktu tersebut terjadi perubahan secara besar-besaran di berbagai bidang seperti pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi. Hal tersebut memberikan dampak yang signifikan terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di dunia. Saat ini secara global telah memasuki era Revolusi Industri 4.0. Kurang lebih selama 200 tahun sampai dengan masa sekarang, peningkatan di dalam tatanan kehidupan masyarakat dunia memberikan dampak yang tidak sedikit bagi bumi. Masalah pencemaran lingkungan seperti pemanasan global, banjir, polusi udara dan lainnya terjadi hampir di seluruh wilayah di dunia.

Artikel Hari Bumi 2Beberapa bulan terakhir sampai sekarang linimasa tidak luput dari pemberitaan pandemik Virus Corona atau disingkat Covid-19. Dalam kondisi pandemik seperti ini, cara efektif yang disepakati oleh seluruh dunia untuk memutus rantai penyebaran virus corona adalah dengan melakukan social distancing. Berbagai aktivitas perniagaan, perkantoran dan lainnya dibatasi dan lebih diutamakan untuk melakukan pekerjaan dari rumah atau work from home (WFH). Pengurangan aktivitas di atas, sedikitnya telah memulihkan keseimbangan alam walaupun sifatnya tidak permanen. Beberapa laman linimasa memperlihatkan berbagai kondisi dimana situasi pandemik ini juga memberitakan kejelasan bumi kita dari satelit. Penurunan tingkat polusi ditunjukkan oleh kecerahan gambar hasil citra satelit dari berbagai lokasi.

Artikel Hari Bumi 3

Masyarakat Negara India bagian utara untuk pertama kalinya dalam kurun waktu 30 tahun dapat melihat deretan pegunungan Himalaya yang berjarak sekitar 200 km dari halaman rumah mereka. Aktivitas ibukota Jakarta menjadi sepi dan tidak banyak lalu-lalang kendaraan di jalanan. Polusi udara Jakarta di rasa berkurang, menyebabkan kualitas udara lebih baik dan jarak pandang menjadi maksimal. Bagi masyarakat yang bertempat tinggal di apartemen ada pemandangan menakjubkan jika melihat ke arah selatan, dimana deretan Gn. Gede dan Gn. Salak acapkali terlihat dengan jelas saat cuaca cerah. Penurunan pencemaran lingkungan adalah hal yang menggembirakan bagi semua orang. Kondisi pandemik hanyalah contoh yang dapat memberikan dampak besar positif bagi lingkungan. Utamanya adalah pekerjaan bersama seluruh kalangan masyarakat di dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.

Perlu kita ingat bahwa peranan kita sangat penting. Langkah-langkah yang dilakukan dapat dimulai dengan hal yang sederhana dan mulai dari diri sendiri Dengan demikian, kita dapat memberikan perubahan yang signifikan, mengingat banyak hal penting yang sering kita anggap remeh ini ternyata berpengaruh besar dan sangat penting bagi pemulihan kelestarian bumi. Beberapa langkah tersebut dapat berupa mengurangi efek rumah kaca misalnya mematikan lampu di siang hari, menghemat penggunaan listrik, mencabut semua steker yang tidak terpakai, dan juga menghemat penggunaan air walaupun sumber daya tersebut melimpah mengingat bahwa bisa saja bencana kekeringan dapat terjadi. Selain itu, dapat pula kita membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik, membawa kantung belanjaan sendiri saat berbelanja, membuat daur ulang dari barang-barang bekas, dan menanam pohon, serta masih banyak lagi hal berguna lainya. Hal-hal tersebut kadang luput dari perhatian kita yang sebenarnya dapat kita lakukan setiap waktu. Pergerakan berbagai kelompok pemerhati lingkungan di dalam memberikan edukasi dan penyuluhan akan pentingnya memelihara lingkungan terus dilakukan. Memperbaiki lingkungan yang rusak atau tercemar adalah tugas jangka panjang bersama, sehingga perlu kerjasama dari berbagai kalangan. Saatnya kita melibatkan diri dalam pelestarian lingkungan dengan memulai dan melakukan beberapa hal tersebut. Tak lupa selalu ajak anggota keluarga di rumah dalam proses tersebut. Saatnya kita menikmati keindahan alam dengan rasa tanggung jawab.

Tahun ini menjadi perayaan hari bumi yang ke 50 dimana kita bisa beramai-ramai mengkampanyekan pelihara bumi kita dari rumah. Jejaring sosial yang kian marak dengan berbagai video dan gambar interaktif dan inspriratif bisa juga membangkitkan semangat pada sesama untuk menjadi pecinta bahkan aktivis lingkungan. Selamat hari bumi, lestarikan bumi kita bersama.

 

Author : Paradita Kenyo Arum Dewantoro