Banyuwangi, memiliki kawasan pengunungan Ijen yang dibalut dengan kearifan lokal menjadikannya sebagai daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Suatu kemasan cantik yang dibuat oleh warga Banyuwangi membuat para pendatang menjadi betah untuk berada disana. Menjadi kesan indah yang dapat ditorehkan bagi para pendaki Ijen. Pengalaman seru dengan pendakian yang mempesona ini, menjadi suatu hiburan penuh makna. Keramahan masyarakat sekitar menjadi nilai tambah bagi kawasan Ijen. Hamparan perkebunan kopi dan kelapa serta barisan pegunungan di kawasan Ijen dapat dilihat dari beberapa titik, yaitu di daerah Sempol dan Bukit Arabika. Di samping itu, kawasan Ijen juga kaya akan wisata air terjun yang selalu ramai dikunjungi wisatawan, seperti Air Terjun Blawan, Air Terjun Kethengan, dan Air Terjun Jagir.

Ijen 2

Ijen, yaitu gunungapi aktif yang memiliki ketinggian ±2.443 m dpl ini terletak di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso, Jawa Timur. Dilihat dari karakter letusannya, gunungapi ini umumnya meletus freatik dan memiliki riwayat letusan yang cukup panjang. Suatu gunungapi yang memiliki daya tarik wisatawan berupa kawahnya yang mempesona. Suatu kawah luas dan indah yang berisi air berwarna hijau toska dengan pH sangat asam ini berbentuk elips. Dinding kawah terendahnya terdapat di bagian barat yang merupakan hulu Kali Banyupait. Salah satu keunggulan kawah Ijen yang sangat menarik dan banyak diminati oleh wisatawan yaitu fenomena Si Api Biru. Fenomena ini hanya terdapat di dua Negara di dunia yaitu Islandia dan Indonesia.

Ijen 1

Untuk bisa mencapai kawah dengan fenomena Si Api Biru tersebut, kita harus melakukan pendakian. Pendakian dapat dilakukan pada malam hari maupun siang hari, tetapi jika Kawah Ijen sedang memiliki aktivitas yang berlebih, maka pendakian hanya diperbolehkan dilakukan pada siang hari. Ketika aktifitas magma di bawahnya sedang meningkat dan bereaksi dengan belerang bertemperatur tinggi maka akan menghasilkan warna kebiruan. Sayangnya, si api biru memang tidak akan terlihat di siang hari. Fenomena api biru (blue fire) yang sudah terkenal di mancanegara ini baiknya dapat diamati pada malam hari. Namun, pemandangan sekitarnya pun tak kalah indah untuk dinikmati para pecinta gunung api. Sangatlah menghibur hati walaupun udara dan angin yang berhembus sangatlah dingin. Tentunya, fenomena api biru yang unik ini sangat cantik dan mempesona.

Ijen 3