Lombok, merupakan pulau cantik yang memiliki gunung tertinggi kedua di Indonesia setelah Gunung Kerinci di Sumatera. Adalah Gunung Rinjani dengan ketinggian ±3.726 m dpl yang memiliki keindahan dan daya tarik yang sangat mempesona bagi para pecinta pendakian. Di sebelah barat puncaknya terdapat sebuah kaldera yang berisi air dan dikenal dengan nama Danau Segara Anak, dan di sebelah timur kaldera, tumbuh kerucut gunungapi baru, yaitu Gunung Rombongan (+2.104 m dpl) dan Gunung Barujari (+2.376 m dpl).

Rinjani 1

Perjalanan menuju kaldera Rinjani hanya dapat dilakukan dengan berjalan kaki melalui jalan setapak yang dapat ditempuh baik dari arah Senaru (utara) atau dari arah Sembalun Lawang (timur) dengan jarak tempuh ke Danau Segara Anak selama ±11 jam. Jalur pendakian Sembalun pun dapat dikatakan jalur yang sangat dipadati oleh pendaki domestik maupun mancanegara. Pada tahun 2015, tim dari Museum Geologi sempat melakukan sebuah perjalanan menuju Kaldera Rinjani (Danau Segara Anak). Selain padat, jalur pendakian Sembalun ini cukup berliku dan terdapat spot-spot tertentu yang memiliki akses terjal.

Rinjani 2

Perjalanan dimulai sore hari. Seluruh perbekalan telah dipersiapkan untuk menempuh perjalanan selama 4 hari. Waktu tersebut telah diperkirakan untuk sampai ke Gunung Barujari, yang berada di Danau Segara Anak. Perjalanan yang dimulai pada sore hari tersebut memakan waktu sekitar 3 jam untuk sampai ke lokasi peristirahatan yang pertama, yaitu Padabalong, Pemandangan langit jingga yang cantik terlihat dengan jelas, menghibur sekaligus memanjakan mata. Suhu udara saat itu sudah mulai terasa dingin. Api unggun menjadi teman baik yang sangat dinantikan sebagai penghangat tubuh. Setelah cukup beristirahat dan menyantap makan malam, perjalanan dimulai kembali di malam hari. Udara dingin yang mulai menusuk menjadi teman yang menemani sepanjang perjalanan.

Setelah melewati Padabalong ini, dirasa kondisi pendakian sudah mulai terjal dan diharapkan para pendaki untuk ekstra berhati-hati di jalur ini. Tak jarang, pendaki terpeleset di jalur ini. Kemudian, kami tiba di lokasi peristirahatan selanjutnya, yaitu Plawangan, tepat tengah malam. Plawangan adalah lokasi yang digemari banyak pendaki untuk mendirikan tenda. Dari Plawangan masih akan memakan waktu 3 jam menuju Puncak Rinjani dan juga 3 jam menuju Danau Segara Anak. Suhu udara semakin malam terasa semakin menusuk, sangatlah dingin, membuat kami ingin segera melanjutkan perjalanan. Dari Plawangan, para pendaki biasanya melakukan perjalanan menuju puncak Rinjani pada dini hari agar dapat melihat cantiknya matahari terbit dari Puncak Rinjani. Udara di tinggian Plawangan ini sangat dingin di malam hari, Namun sangat sejuk di siang hari.

Setelah lewat tengah malam, kami melanjutkan perjalanan, untuk turun dari tinggian Plawangan menuju Danau Segara Anak. Perjalanan turun gunung menuju kaldera ini dirasa sangatlah terjal. Setelah menemukan tempat yang lumayan datar, kami pun memutuskan untuk beristirahat dan mendirikan tenda di tengah perjalanan antara Plawangan dan Danau Segara Anak. Setelah beristirahat, kami melanjutkan perjalanan di pagi hari. Udara segar mulai terasa walau sebenarnya masih terasa dingin sehingga jaket masih melekat erat di tubuh kami. Di pagi hari itu, benar-benar terhibur dengan suasana pendakian yang sangat sejuk. Udara yang cukup bersahabat diiringi pemandangan yang sangat cantik. Di samping itu, kondisi akses pendakian sudah tidak terlalu terjal.

Rinjani 3

Setibanya di pinggir Danau Segara Anak, betapa takjubnya kami melihat pemandangan Gunung Barujari yang berdiri kokoh di depan mata. Lokasinya yang cantik membuat wisatawan menjadi lebih betah di Danau Segara Anak, dibanding lokasi peristirahatan lainnya. Lokasi ini sangat padat akan tenda perkemahan yang didirikan oleh pendaki lokal maupun mancanegara. Suhu udaranya pada malam hari pun tidak sedingin di Plawangan maupun Padabalong. Sayangnya akses menuju Gunung Barujari tidaklah mudah, sehingga lebih baik dan nyaman untuk bermalam di pinggir Danau Segara Anak. Adanya pemandangan lain yang tak kalah seru yaitu banyaknya wisatawan yang mencurahkan hobi memancingnya di Danau ini.

Rinjani 4

Perjalanan pulang menjadi suatu tantangan juga karena kami memilih untuk melakukan perjalanan ke Danau Segara Anak. Dari Danau kami mendaki tinggian Plawangan. Saat mendekati Plawangan tentu saja bertemu kembali dengan akses yang terjal. Jalan setapak yang cukup sempit membuat kami harus bersabar jika berpapasan dengan pendaki lain karena harus bergantian. Apalagi, perjalanan menuju Plawangan dilakukan di siang hari, yang aksesnya lebih padat dari pada di malam hari. Karena perjalanan pulang siang hari inilah kami baru merasakan indahnya tinggian Plawangan karena saat berangkat yaitu di malam hari Plawangan hanya terasa sangat dingin. Di siang hari, terlihat jelas awan putih bersih yang berada di kanan dan kiri tinggian Plawangan, sehingga membuat kita seperti sedang berada di negeri atas awan.

Rinjani 5-6

Bagaimana pun pesona Rinjani membuat wisatawan berbondong-bondong datang demi melihat langsung keindahannya. Lelahnya pendakian akan terasa terhibur dengan pemandangan yang indah nan mempesona ini. Padatnya jalur pendakian membuatkan berbagai pertemuan indah dengan sesama pecinta pendakian. Suatu perjalanan penuh makna yang ditemani kesejukan ini akan menjadi cerita indah yang sangat seru.