Pandemi Covid 19 yang melanda pada akhir Desember 2019 di seluruh dunia secara masif berdampak luas pada sektor ekonomi, pendidikan, perkantoran, bahkan pada tatanan kehidupan manusia sehari-hari. Berbagai penyesuaian pada tatanan kehidupan pun dilakukan agar dapat meminimalisir dampak wabah Covid-19 yang hingga saat ini belum ditemukan antivirus yang efektif. Dilihat dari karakteristik penyebarannya, kegiatan pelayanan publik yang membutuhkan interaksi langsung menjadi perhatian khusus dalam upaya memutus rantai Covid 19, tidak terkecuali kegiatan kunjungan pada Museum Geologi.

Museum Geologi yang merupakan unit pelaksana teknis di lingkungan Badan Geologi dengan salah satu tugasnya yaitu menyebarkan informasi koleksi geologi, terhitung sejak bulan Maret 2020 menghentikan kegiatan kunjungan ke area museum, sebagai salah satu upaya dalam memutuskan rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Menyikapi kondisi tersebut, Museum Geologi melakukan berbagai inovasi program interaktif sebagai bentuk penyesuaian di dalam menyebarkan informasi koleksi geologi yaitu melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan secara daring (online), diantaranya JUBAIDAH (Jumat Berkah Dapat Hadiah), informasi koleksi online, seminar online, kegiatan tour museum dan storage secara virtual, dongeng geologi bagi anak-anak, hingga kegiatan menggambar daring yang diperuntukan bagi anak-anak sekolah dasar dan taman kanak-kanak. Jubaidah merupakan suatu konten media sosial berupa kuis yang isinya berkaitan dengan Museum Geologi. Jubaidah dilakukan di hari Jumat dengan hadiah menarik yang menanti para pemenangnya. Informasi koleksi online juga tetap berjalan selama massa pandemi ini dengan memanfaatkan media sosial yang dimililki. Foto 1 Arikel Sept

Foto 2 Arikel SeptFoto 3 Arikel Sept

Adapun media sosial yang dimiliki Museum Geologi antara lain Instagram geomuzee, facebook geomuzee dan facebook Sahabat Museum Geologi, serta channel youtube Museum Geologi. Adapun peningkatan jumlah followers sejak Maret hingga September 2020 adalah sekitar 3000 followers, begitu pun dengan jumlah subscriber pada youtube channel yang mengalami peningkatan selama pembaharuan konten hingga bulan September ini adalah kurang lebih sebanyak 700 subscribers.

Dalam kurun waktu Mei – September 2020, Museum Geologi telah melakukan lebih dari 24 kegiatan penyebaran informasi via online. Metode penyampaian informasi daring disesuaikan dengan kategori peserta (umum, anak-anak dan spesifik mempelajari keilmuan geologi). Pada Bulan Mei 2020, kegiatan difokuskan pada informasi kegeologian untuk umum,  Juni – Juli 2020  Museum Geologi secara eksklusif menginformasikan berbagai koleksi yang disampaikan dengan bahasa popular yang dapat dipahami oleh masyarakat umum, Agustus – September 2020, Museum Geologi memfokuskan peserta kegiatan untuk kalangan anak-anak sekolah dasar sampai menengah.

Foto 4 Arikel SeptGrafik di atas menunjukkan perbandingan antara jumlah peserta terhadap jenis kegiatan daring Museum Geologi. Antusiasme terhadap kegiatan daring Museum Geologi mendapatkan respon yang positif dari masyarakat, terlihat dari tren jumlah peserta yang meningkat dari kurun waktu Maret – September 2020.

Foto 5 Arikel Sept

Berbagai respon dan timbal balik para peserta kegiatan daring museum geologi sangat beragam dan dapat dilihat dari dinamika jumlah peserta. Hal ini sangat dipengaruhi oleh materi dan jenis kegiatan yang dilakukan. Dalam hal ini, virtual tour merupakan primadona dari kegiatan daring Museum Geologi, dengan jumlah peserta yang lebih banyak dibandingkan kegiatan daring lainnya (seminar, dongeng dan menggambar bersama). Faktor eksternal yang berpengaruh terhadap kegiatan di atas adalah publikasi dan sosialisasi kegiatan yang akan dilaksanakan kepada masyarakat, artinya informasi yang berulang-ulang pada berbagai media sosial berperan besar terhadap jumlah peserta yang hadir dalam acara kegiatan daring.

Berdasarkan grafik, minat yang luar biasa ditunjukkan oleh kegiatan Virtual Tour Ruang Geologi Indonesia dengan jumlah peserta mencapai 1,654 orang. Peserta tersebut sebagian besar didominasi oleh anak-anak. Secara keseluruhan, mayoritas peserta kegiatan daring Museum Geologi adalah anak-anak sekolah, karena penyajian isi dan jenis kegiatan umumnya diperuntukan bagi mereka. Penerapan konsep berwisata sambil belajar secara daring yang dilakukan Museum Geologi sejatinya adalah upaya agar penyampaian informasi koleksi geologi tidak berhenti dan terbatas oleh adaptasi kebiasaan baru dan pandemi. Tentu saja berbagai inovasi untuk kegiatan daring Museum Geologi terus dilakukan agar para peserta setia dan terus mengikuti sajian kegiatan yang lebih menarik ke depannya.

 

 

Author : Paradita Kenyo Arum Dewantoro