Kegiatan sarasehan geologi populer merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Museum Geologi setiap satu bulan satu kali, dengan menghadirkan pembicara dari berbagai sumber sesuai dengan kemampuan dan tema yang diambil. Maksud diadakannya acara adalah sebagai bertemunya pecinta geologi dan beberapa komunitas dengan pihak-pihak terkait. Forum ini berusaha mendekatkan komunitas non-geologi dengan ahli geologi atau sebaliknya, mendekatkan ilmu geologi kepada komunitas / masyarakat. Tujuan diadakannya acara adalah untuk melakukan penyebaran informasi geologi secara populer yang dapat menjangkau khalayak yang lebih luas.

Foto SGP Jan 2017a

Diawal tahun 2017 Museum Geologi melaksanakan kegiatan Sarasehan Geologi Populer mengambil tema “Aspiring Geopark Maros-Pangkep” dengan dua pembicara yaitu: Heryadi Rachmat (Perekayasa Utama Museum Geologi) dan Agustina Djafar (Penyelidik Bumi Pertama Museum Geologi). Dilaksanakan pada tanggal 23 Januari 2017 pada pukul 16.00-18.00 Wib yang bertempat di Auditorum Museum Geologi.

Foto SGP Jan 2017bPembicara pertama Heryadi Rachmat membahas tentang definisi dan pengertian Geopark secara umum, potensi, dan beberapa Geopark yang sudah mempunyai kategori nasional dan internasional. Pembahasan lain yang disampaikan ialah sejarah pembentukan pulau Sulawesi beserta peta Geodesversity, potensi wisata yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Pada sesi akhir presentasi pembicara pertama Heryadi Rachmat memaparkan grafik kunjungan beberapa Geopark yang sudah diakui oleh Unesco, yaitu: Geopark Batur dan Geopark Gunung Sewu.

Foto SGP Jan 2017cPembicara kedua yaitu Agustina Djafar memaparkan tentang Geodiversity kawasan Maros yang lenbih menjurus memaparkan bentukan kars, goa, lukisan yg berada dialam goa, aset tambang, lokasi dan potensi lainnya yang bisa menjadi nilai tambah untuk menjadikan kawasan Maros menjadi Geopark nasional bahkan dunia. Kultur atau budaya pun ikut dibahas sebagai salah satu syarat tambahan untuk menjadi syarat lainnya sebuah geopark. Setelah memaparkan materi, kegiatan selanjutnya ialah sesi tanya jawab atau sesi diskusi dari peserta kepada kedua pembicara.

Kesimpulan dari kedua pembicara mengenai Maros-Pangkep yang akan menjadi sebuah Geopark sudah memenuhi kriteria dari ast dan potensi lainnya, tugas lainnya yaitu hanya meyakinkan kepada masyarakat lokal atau dunia, Indonesia memiliki kawasan luar biasa untuk bisa dilestaikan, diperkenalkan, bukan hanya untuk dimanfaatkan oleh pihak-pihak terkait.