Pada 20 Maret 2017 Museum Geologi melaksanakan kegiatan Sarasehan Geologi Populer yang mengambil tema “Konservasi dan Pemanfaatan Kars Citatah”. Narasumber pada sarasehan kali ini adalah :

1. Dr. Budi Brahmantyo, M.Sc. (Dosen prodi Teknik Geologi di Institut Teknologi Bandung)
2. Pon S. Purajatnika   (Owner Poboo Art & Architecture)
3. Deden Syarif Hidayat  (Ketua Porum Pemuda Peduli Kars Citatah).

Narasumber pada acara SGP kali ini dari kiri ke kanan : Dr. Budi Brahmantyo, M.Sc., Pon S. Purajatnika dan Deden Syarif Hidayat.

Narasumber pada acara SGP kali ini dari kiri ke kanan : Dr. Budi Brahmantyo, M.Sc., Pon S. Purajatnika dan Deden Syarif Hidayat.

Narasumber pertama  Dr. Budi Brahmantyo, Msc. membahas tentang geowisata yang berada dikawasan Kars Citatah, mulai dari definisi, proses dan pelaksanaan geowisata itu sendiri. Lebih lengkapnya narasumber menjelaskan tentang sebuah kotak yang bersinggungan antara geowisata dengan kejadian dengan kawasan Citatah, diantaranya adanya Geo-dasar yang menjelaskan proses terjadinya bumi, Gemorfologi (bentuk, bentuk kars, singkapan, dll), proses Geologi-Geomorfologi, Geo-history (cerita), Geowisata, Geotrek, dsb.
Narasumber kedua Pon S. Purajatnika memaparkan tentang konsep penataan Karst Citatah untuk konservasi dan wisata, dengan menjelaskan peta lokasi kawasan Citatah secara umum, kerusakan, potensi, pola tata ruang, rencana jalan tol. Narasumber kedua lebih menekankan tentang konservasi yang telah rusak dengan cara menghentikan penambangan dan mengalihkan menjadi kawasan wisata. Selain itu potensi wisata yang sudah ada untuk bias dijaga contoh seperti Situ Ciburuy yang mulai terbengakalai dari segi perawatan lingkungannya.
Narasumber ketiga yaitu Deden Syarif Hidayat memparkan tentang peran partisipiasi masyarakat terhadap perlindungan Kars Citatah, bukan hanya mementingkan kepentingn ekonomi dengan terus menambang batu kapur tetapi bagaimana cara lain untuk mengubah tambang menjadi kawasan wisata.

Peserta SGP menyimak serius atas pemaparan yang disampaikan oleh Dr. Budi Brahmantyo.

Peserta SGP menyimak serius atas pemaparan yang disampaikan oleh Dr. Budi Brahmantyo.

Oleh karena itu ekonomi masyarakat sekitar bias terpenuhi melalui kegiatan geowisata.
Kesimpulan dari ketiga pembicara mengenai Kawasan Kars Citatah ialah menjaga dan melestarikan kawasan karst, menghentikan pertambangan karena lambat laun situs geologi akan tergerus habis, solusi lain untuk memenuhi kebutuhan ekonomi para masyarakat bisa memafaatkan Geowisata Citatah sebagai asset yang bisa dimanfaatkan dengan kebutuhan masyarakat yang ingin memperlajari ilmu alam atau sekedar menghabiskan waktu dengan keluarga untuk berwisata di suasana alam.