Hingga saat ini, di dalam dunia geologi, wanita masih menjadi kaum minoritas. Di dalam ruang lingkup pekerjaan bidang geologi, sering kali harus melakukan pekerjaan lapangan dengan berbagai keterbatasan akses baik komunikasi, transportasi ataupun cuaca dan medan yang tidak bersahabat. Mungkin dapat dikatakan ekstrim atau berlebihan bagi seorang wanita, tapi itulah kenyataan yang ada. Alam tidak akan membedakan jenis kelamin. Wanita kini memiliki hak yang sama dalam belajar dan bekerja. Hal ini tak lain merupakan salah satu buah tangan perjuangan R.A. Kartini sebagai pelopor kesetaraan derajat antara wanita dan pria di Indonesia.

Hari lahir R.A. Kartini pada tanggal 21 April 1879 ini diperingati sebagai Hari Kartini. Hal ini akan selalu mengingatkan kita bahwa wanita juga mempunyai peranan dan kekuatan yang besar. Dapat dikatakan seorang wanita adalah empat dalam satu, sebagai teman yang bisa berjuang mendukung setiap langkah tim atau kelompoknya, sebagai istri yang selalu memberikan dukungan terhadap suaminya, sebagai ibu yang memiliki kodrat untuk menjaga keluarga dan berjuang membesarkan generasi penerus bangsa, serta sebagai pejuang bangsa dalam pembangunan nasional, tentunya dalam lingkup pekerjaan geologi yaitu berjuang di sektor sumber daya dan energi.

Prof Mimin n Andiani

Prof EmmySaat ini banyak sekali wanita dengan prestasi dan berbagai peran di bidangnya masing-masing, tak terkecuali di geologi. Sebut saja beberapa srikandi geologi Indonesia, meliputi Profesor Emmy Suparka, yang merupakan Profesor geologi wanita pertama di Indonesia, Profesor Mimin Karmini yang telah memasuki masa purnabaktinya, berjuang di bidang paleontologi yang pernah mengabdi pada negara sebagai ahli geologi kelautan di Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. Dra. Purnamaningsih dan Ir. Sam Permanadewi, M.Si merupakan srikandi geologi yang pernah menjabat sebagai Kepala P3G (saat ini PSG). Selain itu, ada pula Ir. Andiani, MT yang saat ini menjabat sebagai Kepala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan, Badan Geologi. Beberapa Profesor lainnya di dunia Pendidikan geologi seperti Instritut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad) dan kampus lainnya juga turut meramaikan jajaran ini, serta masih banyak lagi srikandi geologi yang memiliki peranan dan sama-sama berjuang dalam berbagai lini.

Dahulu, perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan masih menahan-nahan jika pelamar mereka merupakan seorang wanita. Hal yang demikian sudahlah ketinggalan zaman. Saat ini, banyak sekali wanita yang ikut terjun di lapangan bersama-sama berjuang dalam pencarian sumber daya geologi, baik itu secara langsung dengan cara menetap di dalam hutan secara flying camp atau portacamp maupun pemantauan dari kantor. Berbagai perusahaan yang didominasi kaum pria pun sudah mulai diwarnai oleh para wanita yang perjuangannya tidak diragukan lagi. Ketelitian dan kerapihan yang sering menjadi perhatian para wanita pun menjadi hal menarik yang sering diandalkan. Dibalik lemah lembut seorang wanita juga dapat menonjolkan sisi ketegasan yang dapat disegani. Mungkin hal ini dapat menyebabkan panggilan baru sebagai perempuan tangguh ataupun wanita perkasa. Kampus dengan jurusan geologi pun telah banyak diminati para wanita, hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah mahasiswi geologi setiap tahunnya.

Kapus LamaPerjuangan wanita menjadikannya kekuatan di dalam berbagai peran baik itu sebagai teman, istri, ibu dan juga penggerak dalam perkembangan energi nasional. Hal ini menjadikan para wanita menjadi asset yang sangat perlu dijaga. Selamat Hari Kartini, Majulah terus perempuan Indonesia. Jayalah terus srikandi geologi.

 

 

Author : Paraditha Kenyo Arum Dewantoro